-

Jepang

 

Menggapai Batu Peramal Cinta Di Kuil Kiyomizu

03 September 2013
Kiyomizu Temple

       Kiyomizu-dera (Pure Water Temple) atau yang lebih dikenal dengan nama Kiyomizu Temple merupakan kuil Buddha bersejarah yang cukup terkenal di daratan Kyoto, Jepang. Dari awal mula didirikan hingga kini, kuil ini telah mengalami beberapa kali terbakar dan sebagian besar bangunan dibangun kembali oleh Tokugawa Shogun Ietmisu pada awal periode zaman Edo (1631-1633). Kuil ini tak hanya sarat dengan sejarah yang tertinggal, bangunan yang disuguhkan pun terkesan megah sehingga mampu membawa kuil ini dalam daftar jajaran UNESCO sebagai Monumen Bersejarah Kuno Kyoto pada tahun 1994.

Kiyomizu Temple

       Menurut legenda yang terdengar, pada abad ke 8, ada seorang bhiksu yang bernama Enchin mencari sumber utama Sungai Yodogawa yang mengalir ke Teluk Osaka. Selama masa pencariannya yang ternyata bersumber dari Air Terjun Otowa, Enchin bertemu dengan seorang petapa tua yang bernama Gyoei Koji. Sang petapa itu kemudian memberikan sebuah balok kayu suci dan pada kayu tersebut diukirkan wajah Buddha (Kannon Bosatsu). Ukiran tersebut diabadikan dalam sebuah gubuk kecil yang menjadi tempat tinggal Gyoei selama hidupnya.

       Suatu ketika, seorang jenderal militer Jepang yang bernama Tamuramaro datang ke tempat ini untuk meminta diajarkan ilmu belas kasih Kannon Bosatsu oleh Enchin. Sang jenderal pun menjadi pengikut ajaran ini dan kemudian membangun sebuah kuil sebagai bentuk dedikasinya untuk menaruh patung-patung yang ada. Inilah awal mulanya kuil ini didirikan, kuil ini dinamakan Kiyomizu-dera (Kiyomizu, artinya air murni; dera = tera, artinya kuil) yang terinspirasi dari kondisi area setempat.

Pancuran Naga Kiyomizu Temple

       Untuk mencapai kuil ini, dibutuhkan tenaga extra karena letaknya di atas bukit sehingga harus berjalan kaki kurang lebih 300 meter dari area parkir dengan jalanan yang cukup menanjak yang kemudian dilanjutkan dengan mendaki tangga yang menjadi akses wajib untuk mencapai kuil. Cukup melelahkan perjalanan yang harus ditempuh mencapai kuil ini, namun begitu tiba di pintu masuk terdapat pancuran air yang keluar dari mulut naga siap menyambut para pengunjung untuk membasuh tangan, kaki, dan mencuci muka sebelum memasuki kawasan kuil. Setelah usai membasuh diri yang tentunya cukup menyegarkan, pengunjung dapat meminta berkah kepada Dewa Uang yang terletak tidak jauh dari pintu masuk.

Main Hall Hondo

       Letih berjalan dan mendaki tangga demi mencapai kuil terbayarkan seketika saat berdiri di beranda Hondo yang merupakan bangunan utama kuil dimana letaknya menjorok keluar dan berada 50 meter di atas tebing. Pemandangan terbuka yang disuguhkan dari beranda ini mampu memanjakan mata para pengunjung terutama ketika musim semi dan musim gugur karena sejauh mata melemparkan pandangan akan disambut dengan lautan warna-warni dari pohon cherry dan maple. Hondo dibangun dengan disokong 139 pilar dengan tinggi masing-masing 15 meter namun pembangunannya tidak menggunakan paku satu pun. Di bangunan ini terdapat patung yang terkenal mengabulkan doa yakni The Eleven Headed and Thousand Armed Kannon Bodhisattva.

Love Stone

       Tak kalah menarik dengan bangunan utama, di belakang kuil utama tersebut terdapat sebuah kuil Jishu Shrine yang lebih dikenal dengan sebutan Dewa Perjodohan. Di depan kuil terdapat 2 buah batu yang diletakkan terpisah dengan jarak 18 meter, batu tersebut terkenal dengan nama "Batu Buta" atau "Batu Peramal Cinta". Banyak orang yang datang ke kuil ini dengan harapan dapat melancarkan jodoh mereka karena konon katanya penduduk setempat, jika berhasil berjalan dengan mata terpejam sejauh 100 meter menuju batu tersebut dan sampai tepat di depan batu tersebut maka keinginan kita akan tercapai. Tak hanya bagi yang ingin mencari jodoh, bagi yang ingin menguji kesetiaan pasangan juga dapat dicoba di batu peramal cinta ini. Caranya tak berbeda, berjalan dengan mata terpejam menuju batu namun jika tidak berhenti tepat di depan batu atau melenceng jauh dari batu tersebut artinya hati kita masih memikirkan orang lain yang bukan pasangan saat ini.

Otowa Waterfall

       Kembali mengulas sejarah asal mula kuil ini didirikan, kurang lengkap jika Air Terjun Otowa yang menjadi inspirasi diberikannya nama Kiyomizu-dera tidak meninggalkan jejaknya di kuil ini. Melengkapi legenda yang ada, air suci dari Otowa dapat dicicipi oleh para pengunjung yang terbagi menjadi tiga aliran terpisah yang konon masing-masing aliran air memiliki efek yang berbeda-beda. Dikatakan aliran tersebut ada yang dapat membuat panjang umur, sukses di sekolah, dan beruntung dalam percintaan. Namun, jika meminum ketiga aliran tersebut dianggap serakah jadi harus memilih dengan bijak mana yang akan diminum.