Chat with us, powered by LiveChat

Taiwan Sudah Bisa Dikunjungi Untuk Keperluan Bisnis WNI Warga Indonesia

by: Author

Selasa, 13 Oktober 2020

Hi Bayu Buana Lovers, Saat ini Taiwan sudah bisa dikunjungi namun hanya khusus untuk Kunjungan Diplomatik dan Kunjungan Bisnis seperti memenuhi perjanjian kontrak, pelatihan magang, partisipasi dalam konferensi internasional dan pameran dagang, pertukaran internasional, pekerjaan sukarela (volunteer), penyebaran/pengajaran agama, pekerjaan liburan, pertukaran pemuda, pencarian pekerjaan, kunjungan keluarga (terutama orang tua, pasangan, anak, dan saudara kandung), dan lainnya.

Berikut ketentuan yang harus dipatuhi saat mengurus visa Bisnis Taiwan :

  1. Harus menunjukkan bukti non-active dari hasil rapid test dalam 3 hari kerja sebelum mengunjungi TETO (The Taipei Economic and Trade Office).
  2. Selama masuk Gedung Artha Graha harus memakai 2 lembar masker medis, tidak boleh menggunakan masker kain atau bahan lainnya, dan harus memakai masker menutupi hidung dan mulut, tidak boleh dibuka atau dipakai dengan cara tidak benar, seperti hanya menutupi mulut atau dagu.Saat masuk lobby Gedung Artha Graha dan TETO, harus mengukur suhu badan, suhu badan yang melebihi 37,5 derajat akan dilarang masuk Gedung Artha Graha dan TETO
  3. Saat masuk lobby Gedung Artha Graha dan TETO, harus mengukur suhu badan, suhu badan yang melebihi 37,5 derajat akan dilarang masuk Gedung Artha Graha dan TETO
  4. Diharuskan membersihkan tangan terlebih dahulu menggunakan cairan pembersih tangan yang disediakan di pintu masuk lobby TETO.

Bagi yang sudah mempunyai visa Taiwan, pada saat check-in dan tiba di Taiwan wajib melampirkan “Laporan negatif (PCR) COVID-19 versi Bahasa Inggris dalam waktu 3 hari sebelum jadwal keberangkatan.” Tanggal dikeluarkannya “Laporan negatif (PCR) COVID-19” yang dimaksud tidak termasuk tanggal keberangkatan, dihitung dari 3 hari kerja sebelumnya, oleh karena itu dapat mengesampingkan hari libur nasional dan akhir pekan. Contohnya keberangkatan di tanggal 6 Juli (hari senin), maka Anda wajib melampirkan laporan negatif (PCR) COVID-19 setelah tanggal 1 Juli (termasuk 1 Juli, hari rabu).

Update: 4 Januari 2021

Sehubungan dengan update kedutaan Taiwan per hari ini 04 Januari 2021. Peraturan terbaru untuk memasuki negara Taiwan harus menyerahkan hasil test Negative PCR Covid-19 yang isi catatan dari hasil tersebut meliputi :

  • Hasil test harus dalam bahasa inggris
  • Sertifikat harus diterbitkan oleh institusi medis yang disetujui oleh Instansi Pemerintah Indonesia.
  • Isi laporan harus mencantumkan “nama paspor orang yang naik pesawat,” “tanggal lahir (atau nomor paspor),” “tanggal cek dan tanggal laporan,” “nama penyakit,” “metode tes,” “hasil interpretasi,” dan lainnya.
  • Tanggal penerbitan laporan, tidak termasuk hari keberangkatan, dapat dihitung dalam 3 hari kerja, sehingga hari libur nasional dan akhir pekan dapat dikecualikan. Misalnya, jika Anda melakukan penerbangan pada 7 Desember 2020 (Senin), Anda harus melampirkan laporan negatif uji asam nukleat COVID-19 yang dikeluarkan setelah 2 Desember 2020 (Rabu) (termasuk laporan tanggal 2 Desember 2020)
  • Metode pengujian hanya dapat dilakukan pada test PCR, RT-PCR, NAA, NAT;
  • Jika penumpang ditemukan bahwa laporan inspeksi tidak benar atau palsu setelah tiba di Taiwan, serta menolak, menghindari, atau menghalangi tindakan karantina, ia akan didenda sebesar NT $ 10.000 (Rp. 5 juta) hingga NT $ 150.000 (Rp. 75 juta). Laporan palsu dari bagian inspeksi juga akan dianggap bertanggung jawab secara pidana atas kejahatan pemalsuan segel dokumen.


Untuk karantina diwajibkan karantina mandiri selama 14 hari. Dan sebelum naik pesawat, semua penumpang yang menuju Taiwan harus mengisi pernyataan kesehatan online di link berikut melalui handphone masing2 https://hdhq.mohw.gov.tw/Default1?openExternalBrowser=1 dan mengikuti semua petunjuk di website tersebut untuk fasilitas karantina mandiri.
Sampai saat ini yang diperbolehkan memasuki negara Taiwan yaitu :

  • Pemegang kartu izin tinggal (ARC) Taiwan dan kartu diplomat.
  • Tujuan keberangkatan ke Taiwan untuk “keperluan diplomatic dan dinas", "bisnis untuk memenuhi perjanjian kontrak" atau "pertimbangan kemanusiaan".
  • Pasangan dan anak dari warga negara Taiwan atau dari mereka yang memegang kartu izin tinggal Taiwan.
  • Pemegang "Izin Masuk Khusus” (Special Entry Permit) lainnya yang disetujui oleh otoritas kompeten pusat untuk keberangkatan ke Taiwan, seperti pekerja asing.
Bagi yang ingin melakukan pengobatan di Taiwan dan melakukan transit di Taiwan tidak dijinkan sementara waktu.

Nah tidak perlu khawatir sambil menunggu dibukanya kembali untuk visa kunjungan wisata , kamu masih bisa menyusun dahulu rencana liburan kamu yang tertunda untuk masa yg mendatang dengan Bayu Buana travel tentunya.

Selain itu, seluruh penumpang yang masuk ke Taiwan wajib melakukan karantina rumah selama 14 hari. Peraturan diatas dapat mengalami penyesuaian oleh pemerintah Taiwan sesuai dengan perubahan situasi yang terjadi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat pembuatan visa Taiwan, silahkan cek informasi di bawah ini atau hubungi Travel Consultant kami





Chat Kami




Syarat Visa Taiwan






Sumber: Taipei Economic & Trade Office (TETO), Jakarta